SCADA, MAGNETIC CORE DESIGN, VECTOR GROUP & IEEE 519 HARMONICS (GLOBAL OEM STANDARD)
🚨 PROTEKSI BANK AKTIF: Lilitan fasa diproteksi Max 240V. Konstruksi fisik Zigzag dikunci otomatis karena sirkuit magnetik terpisah.
1. Spesifikasi Kapasitas Daya
2. Sisi Primer (HVM)
Tarik Terminal Netral (N) Keluar
Konfigurasi Tap Changer Primer
Posisi Tap
Target V (L-L)
3. Sisi Sekunder (LVM)
Tarik Terminal Netral (n) Keluar
Konfigurasi Tap Sekunder (Khusus)
Posisi Tap
Target V (L-L)
MONITOR KINERJA & GRAFIS VEKTOR (PHASOR 3D)
⚠️ OVERVOLTAGE FATAL! Tegangan fisik kumparan Trafo 1 Fasa Anda melampaui batas aman 240V. Ubah koneksi primer ke Bintang (Y)!
Dyn11
Sisi Primer (HVM)
Sisi Sekunder (LVM)
Rasio Lilitan (TTR)
0.000
Arus FLA Primer
0.0 A
Arus FLA Sekunder
0.0 A
Isc Max (Infinite Bus)
0.0 kA
V.Primer Aktual (L-L)
0 V
Beban Fisik Kumparan (Phase)
0 V
Output V.Sekunder (L-L)
0 V
Output V.Sekunder (L-N)
0 V
🧲 KALKULATOR MATERIAL INTI & DIMENSI (IEC 60076)
Konstanta (K) untuk perhitungan tegangan per lilitan diadaptasi otomatis berdasarkan tipe konstruksi (Core, Shell, Bank). Fitur Kepadatan Jendela (Fill Factor) aktif untuk mencegah lilitan menabrak tangki.
Kebutuhan Penampang Kawat Minimal (Awire):
Sisi Primer (HV):0.0 mm²
Sisi Sekunder (LV):0.0 mm²
Gunakan Dimensi Inti Kustom (Input Manual dari Hasil Ukur Lapangan)
Mode Manual Aktif: Masukkan ukuran Kern (d) yang diukur di lapangan. Sistem membalik rumus Faraday untuk mencari Luas Inti (Ac), Et, dan jumlah lilitan aktual secara otomatis tanpa bergantung pada nilai kVA.
Estimasi Proporsional Dimensi Inti Fisik (Mode Standar Pabrikan)
Diameter Kern (d)
0.0 mm
Lebar Kaki (Leg / a)
0.0 mm
Lebar Jendela (Ww)
0.0 mm
Tinggi Jendela (Hw)
0.0 mm
📐 Analisa Kepadatan Jendela (Window Fill Factor / Kw)0.0 %
Mengevaluasi batas fisik trafo. Standar aman luas kawat + isolasi di dalam jendela inti adalah maksimal 35% - 40%. Sisa ruang digunakan untuk sirkulasi oli dan clearance dinding body.
MENUNGGU DATA...
⚠️ KRITIS: LILITAN TERLALU BENGKAK! Kawat akan menyentuh dinding tangki trafo atau kesulitan sirkulasi oli pendingin. Perbesar dimensi jendela inti atau kurangi lilitan (ubah tipe inti ke Shell/Bank).
Fitur Investigasi Lapangan: Memprediksi total lilitan pabrik jika hanya sebagian data lilitan yang diketahui saat pembongkaran. Membandingkan dengan desain asli dari SCADA.
Rincian Lilitan Primer (Np) per Tap (Akumulasi Step)
Parameter Aktual Step Konstan:
Nilai Tegangan per Step: 0 V
Kebutuhan Lilitan per Step: 0 Lilitan
Posisi Tap
Rating (V L-L)
V Kumparan (Ph)
Total Lilitan (Np) Aktual
Penambahan Lilitan (Step)
Rincian Konstruksi Fisik Lilitan
Rincian Lilitan Sekunder (Ns) Statis
Posisi Tap Sekunder
Rating (V L-L)
V Kumparan (Ph)
Total Lilitan (Ns) Aktual
Keterangan Struktur Lilitan
🛠️ SIMULASI OUTPUT TEGANGAN TIGA FASA (VERIFIKASI DESAIN)
Karena lilitan kawat fisik tidak boleh desimal dan harus dibulatkan, output sekunder pasti akan sedikit bergeser dari target. Simulasi ini memastikan deviasinya masih aman < 0.5% (Standar IEC). Dievaluasi berdasarkan Tap aktif SCADA.
Jika THDi > 5%, kapasitor bank sangat berisiko meledak akibat resonansi arus. Solusi Pasif: Pasang Detuned Reactor seri dengan Kapasitor. Solusi Aktif: Pasang Active Harmonic Filter (AHF) paralel ke beban untuk menghilangkan polusi secara cerdas.
1. Sizing Active Harmonic Filter (AHF)
Kapasitas AHF dirancang untuk membatalkan total arus harmonisa (Ih) dengan safety margin 25% (Rekomendasi Manufaktur).
Total Arus Harmonisa (Ih):0.0 A
Rating Kapasitas AHF Minimal:0 A
2. Sizing Detuned Reactor (Filter Pasif)
Frekuensi Resonansi (fr):0.0 Hz
Induktansi Reaktor (L):0.000 mH
1. UJI RASIO TRANSFORMASI LILITAN (TTR) - STANDAR IEEE C57.12.00
Membandingkan rasio tegangan aktual lapangan dengan rasio nameplate eksak (berdasarkan tap yang aktif di Tab SCADA). Toleransi mutlak adalah ± 0.5%. Catatan: Alat ukur TTR Meter digital selalu mengkonversi pembacaan ke nilai Phase-to-Phase (Rasio Lilitan).
0.000
Rasio Terukur Aktual:
0.000
Deviasi Error (%):
0.00 %
-
2. UJI VEKTOR GRUP & DETEKSI DERAJAT EKSAK (IEC 60076-1)
Suntik tegangan uji ke Primer. Jumper (Short) terminal Primer 1U dan Sekunder 2u secara fisik. Ukur silang sisa terminal menggunakan Multitester. Sistem menggunakan Hukum Cosinus (Law of Cosines) untuk mendeteksi deviasi pergeseran derajat secara presisi tinggi.
Probe (Multitester)
Target Phasor (V)
Ketik Hasil Ukur Lapangan (V)
Analisa Derajat (Degree Shift) & Status
1V ukur silang ke 2v
0.00 V
-
1V ukur silang ke 2w
0.00 V
-
1W ukur silang ke 2v
0.00 V
-
1W ukur silang ke 2w
0.00 V
-
Menunggu input 4 hasil pengukuran secara lengkap untuk mengevaluasi hukum persamaan mutlak IEC 60076-1...
📚 RUMUS KELISTRIKAN STANDAR INDUSTRI (IEC & IEEE)
1. Parameter Dasar Sistem
Arus Nominal Tiga Fasa (Full Load Ampere): Ref: IEEE C57.12.00
ENSIKLOPEDIA RANGKAIAN VISUAL KLASIK (JAM 0 HINGGA 11)
Model skema garis klasik di bawah mendeskripsikan secara presisi terminal ujung mana yang harus disambung di dalam tangki trafo untuk menghasilkan pergeseran sudut (jam) berdasarkan standar IEC. Format klasik ini adalah standar gambar teknik yang paling mudah dipahami teknisi (winder) saat merangkai kumparan fisik di lapangan.